
Reporter : Mochamad Nur Rofiq
blokTuban.com – Pondok Pesantren ASSALAM Putri, Bangilan Tuban, menjadi saksi sejarah baru dalam perjalanan Ikatan Keluarga Pondok Pesantren ASSALAM (IKPA). Pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-X, selain menjadi ajang temu alumni lintas generasi, untuk pertama kalinya IKPA menggelar sidang pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran alumni dalam mendukung kemajuan pondok.
Sidang ini menjadi tonggak penting bagi IKPA dalam menjalankan organisasi secara lebih terstruktur dan berdaya guna. Ketua Umum IKPA, Ustadz Marwan, menegaskan bahwa AD/ART ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi komitmen alumni dalam menjaga dan membesarkan pondok.
"Hari ini kita bukan hanya berkumpul untuk bernostalgia, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama. Dengan adanya AD/ART, IKPA memiliki arah yang lebih jelas dalam merawat alumni dan berkontribusi nyata bagi pondok. Ini adalah langkah strategis agar kebermanfaatan kita semakin luas," ujar Ustadz Marwan dalam sambutannya.
Mengusung tema "Muluk Bareng, Jagong Gayeng, Ati Seneng", Silatnas ke-X IKPA bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi atas perjuangan para pendahulu.
KH Yunan Jauhar, pimpinan Pondok Pesantren ASSALAM, dalam sambutannya mengenang kiprah Abah Muhaimin Tamam, sang perintis, yang membangun pondok ini dari nol, hingga mewakafkan sepenuhnya demi kemaslahatan umat.
"Kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa tanpa para perintis kita. Melanjutkan kemurnian wakaf adalah amanah yang harus kita jaga," tegas KH Yunan Jauhar, mengingatkan para alumni akan pentingnya menjaga warisan perjuangan.
Selain sidang pengesahan AD/ART, Silatnas ini juga menjadi wadah bagi alumni untuk mendiskusikan berbagai gagasan dalam mendukung pengembangan pondok, baik dalam bidang pendidikan dan dakwah, ekonomi, maupun sosial.
Tantangan & Masa Depan IKPA
Dalam suasana "jagong gayeng", berbagai ide dan gagasan mengemuka. Beberapa alumni menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung pondok serta optimalisasi peran alumni dalam membantu santri. Dengan struktur organisasi yang lebih kuat pasca pengesahan AD/ART, IKPA diharapkan mampu menjembatani alumni dengan pondok secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
"Silatnas ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan kebersamaan, kita bisa membawa IKPA menjadi wadah yang semakin besar dan bermanfaat," pungkas Ustadz Marwan.
Dengan berakhirnya Silatnas ke-X ini, semangat kebersamaan semakin menguat. Alumni tak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga bersiap menatap masa depan dengan tekad baru. IKPA bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga kekuatan nyata dalam membangun umat.[rof]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published