Budaya Baca dan Beli Buku Masih Minim
Membaca adalah sarana untuk mencerdaskan pola berfikir anak. Dan buku menjadi bagian terpenting dari proses membaca, walau pada dasarnya buku bukan satu-satunya media untuk kita baca.
Membaca adalah sarana untuk mencerdaskan pola berfikir anak. Dan buku menjadi bagian terpenting dari proses membaca, walau pada dasarnya buku bukan satu-satunya media untuk kita baca.
Demi ikut memeriahkan Hari Buku Nasional, Kopen minta izin ke bosnya agar dibolehkan tidak masuk kerja keesokan harinya. “Lha hubungannya apa kerjamu dengan Hari Buku? Apa kamu menganggap dirimu seorang profesor?,” kata pimpinannya sambil matanya mendelik.
Mendongeng adalah bercerita dengan intonasi suara yang naik turun, melambat lalu cepat lagi, dan menghibur. Begitulah saya memahami 'mendongeng' sebagaimana seorang ibu mendongengi anaknya sebelum tidur. Seorang anak akan berimajinasi, lelah, lalu tertidur. Besoknya, si anak akan menagih ibunya agar mendongengi lagi.
Pungkas malam Gelar Karya Sastra (GKS) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra dan Indonesia (Himbas) menyuguhkan salah satu hal menarik. Yakni launching buku kumpulan sajak sastrawan Sosiawan Leak berjudul Wathathitha.
Sejumlah mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Gerakan Tuban Menulis dan Tuban Literasi, menggelar pawai buku sebagai peringatan Hari Buku yang jatuh pada tanggal 23 April 2016. Kegiatan itu bertemakan 'Pawai Buku Nusantara, Matikan Smartphone Ayo Baca Buku'.
Sejak kapan menyukai corat coret usai membaca buku? Saya tak ingat betul. Namun yang jelas saya ketagihan. Coretan itu memang terkadang berbentuk “serius” macam resensi di koran. Namun, seringkali saya membuat catatan semau saya, yakni catatan bagaimana rasanya membaca sebuah buku. Jadi untuk yang “tak serius” lebih bebas, dan saya tak ambil pusing soal teori atau apapun. Saya hanya mengikuti rasa saja.
Bagi anda pecinta buku, blokTuban punya sesuatu untuk Anda. Sesuatu itu adalah rubrik Blok Buku. Ya, sebuah blok atau semacam komunitas, yang Anda bisa sekedar berbelok mampir untuk duduk-duduk santai di blok tersebut. Bisa sekadar membaca, atau ikut mengisi rubrik tersebut.
Sosoknya misterius. Namanya saja tidak disebutkan. Ya, dialah gadis usia 18 tahunan yang mengaku kadang-kadang saja percaya Tuhan, rakus membaca buku, menyukai musik blues, dan sedang sendirian. Hidup serumah dengan ibunya yang dokter bedah, namun hampir tak pernah diajak bicara. Mereka saling diam, berada di dunianya masing-masing. Ayahnya? Sejak lahir dia tak pernah melihat ayahnya.
Kabar yang beredar akhir-akhir ini, tentang buku ajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) membuat resah sebagian masyarakat, terutama yang beragama islam. Pasalnya, dalam buku ajar PAI Sekolah Dasar tersebut menyebutkan, bahwa Nabi Muhammad bukanlah rasul Allah diurutan ke 25 atau rasul akhir zaman, melainkan rasul ke 13.