Koperasi Simpan Pinjam Hanya Boleh Layani Anggota
Tidak banyak yang mengetahui aturan tentang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dalam melakukan kegiatan usahanya. Salah satunya adalah terkait simpan pinjam yang menjadi pelayanan utamanya.
Tidak banyak yang mengetahui aturan tentang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dalam melakukan kegiatan usahanya. Salah satunya adalah terkait simpan pinjam yang menjadi pelayanan utamanya.
Koperasi di Tuban memang tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab telah piawai dalam mengelola usaha yang berazaskan kekeluargaan tersebut. Terbukti dengan raihan prestasi yang diraih baik di tingkat Nasional maupun Provinsi.
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) mendominasi jumlah koperasi yang ada di Tuban, hingga masuk bulan ketiga tahun 2016. Hal tersebut disampaikan oleh Bidang Koperasi Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban.
Jumlah koperasi di Bumi Wali sebutan Tuban, memang terhitung sangat banyak hingga mencapai seribu lebih. Tentunya angka tersebut akan membuat Bidang Koperasi di Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, harus lebih ekstra dalam memberikan suatu pembinaan.
Siapa sangka Koperasi yang ada di Kabupaten Tuban ternyata memiliki kualitas yang tidak kalah dengan koperasi di kabupaten atau kota lainnya. Bahkan bisa dibilang, koperasi di Bumi Ronggolawe ini mampu berkompetisi dengan koperasi lain di luar daerah. Hal tersebut terbukti dengan telah diraihnya penghargaan di tingkat Nasional pada tahun 2015 oleh dua koperasi di Tuban.
Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) penting melakukan usaha pengembangan dan peningkatan produksi. Entah itu yang menghasilkan barang maupun jasa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, berencanakan mendirikan koperasi syariah. Koperasi majlis taklim, begitu nama koperasi ini, akan berdiri di 140 desa yang ada di bumi Ranggalawe.
Menjadi koperasi wanita (kopwan) yang kini dikenal di tingkat Provinsi, kopwan yang belokasi di Desa Cekalang, Kecamatan Soko justru tidak pernah mendapat reward dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Banyak Koperasi yang datang untuk melakukan studi banding, tidak hanya dari dalam kabupaten melainkan dari luar kabupaten.
Kunci sukses menjalankan koperasi ada pada kepercayaan anggota. Kini sekitar 98 persen warga Desa Cekalang, Kecamatan Soko menjadi anggota koperasi wanita (kopwan) Al-Barokah.
Usaha koperasi cukup menyerap sumber daya manusia di Tuban. Terbukti, sebanyak 361 karyawan di Bumi Wali bekerja di koperasi yang tersebar di seluruh wilayah setempat.