Bupati Tuban Jamin Stok LPG Aman Jelang Idul Fitri 1445 H
Menjelang Lebaran 2024 Masehi atau 1445 Hijriah, persediaan tabung gas atau LPG di Kabupaten Tuban dipastikan masih terjaga atau aman, Jumat (29/3/2024).
Menjelang Lebaran 2024 Masehi atau 1445 Hijriah, persediaan tabung gas atau LPG di Kabupaten Tuban dipastikan masih terjaga atau aman, Jumat (29/3/2024).
Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), mengumumkan bahwa Pertamina telah mempersiapkan diri untuk menyambut Idulfitri 1445 H dengan memastikan ketersediaan stok yang cukup untuk BBM dan LPG.
Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG tetap normal pasca gempa bumi di perairan Laut Jawa Utara Kabupaten Tuban. Seluruh lembaga penyalur baik BBM maupun LPG di Tuban dan Pantura Jawa Timur beroperasi seperti biasa, Jumat (22/3/2024).
Pemerintah Kabupaten Pemkab Tuban membantah adanya permainan di pengecer terkait melonjaknya harga elpiji 3 Kilogram (Kg) di beberapa kecamatan, Minggu (17/3/2024).
Awal Ramadan 1445 H, warga di beberapa daerah Kabupaten Tuban mengeluhkan harga elpiji yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Elpiji 3 Kilogram (Kg) dengan Harga Ecer Tertinggi (HET) Rp16.000 tembus mencapai Rp25.000, Minggu (17/3/2024).
Pada tahun 2024, besaran kuota subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) No. 89/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2023.
Kelangkaan LPG subsidi 3Kg dan tingginya harga eceran di pasaran terjadi di Kabupaten Tuban dalam sepekan terakhir. Bahkan fenomena ini juga viral di beberapa grup media sosial Tuban.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus pada tanggal (10/2) menambah pasokan LPG 3kg di tingkat agen dan pangkalan untuk Kabupaten/Kota di Pantura - Madura Jawa Timur sejumlah 969 metrik ton (MT) atau sebesar 47,7% dari konsumsi normal harian sebesar 2.031 MT.
Selama tujuh tahun terakhir, konsumsi komoditas energi LPG secara ajek merangkak naik. Melesat hingga 2,9 juta metrik ton (MT), Senin (22/1/2024).
Tahun 2024, Pemerintah telah menetapkan target subsidi energi sebesar Rp186,9 triliun dengan rincian Rp113,3 triliun subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG), serta Rp73,6 triliun untuk subsidi listrik.