Jelang Harga BBM Turun, Nelayan Kesulitan Cari Stok
Menjelang turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan jatuh pada selasa (5/1/2016) besok, para nelayan megeluhkan sulit mendapatkan stok solar maupun premium.
Menjelang turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan jatuh pada selasa (5/1/2016) besok, para nelayan megeluhkan sulit mendapatkan stok solar maupun premium.
Setelah sempat tak melaut kurang lebih satu bulan, akhirnya nelayan mulai kembali melaut kemarin Sabtu (2/1/2016), bahkan hampir keseluruhan nelayan melakukan aktifitas keseharian tersebut, dan hasil tangkapan ikan yang didapat terbilang tinggi.
Nelayan yang ada di desa-desa pesisir Tuban, mengisi waktu luang dengan membenahi perahu dan alat tangkap selama cuaca buruk melanda perairan laut utara.
Alat tangkap kepiting milik nelayan Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, banyak yang rusak akibat cuaca buruk dan arus air di laut utara. Nelayan di desa ini, memang dikenal luas sebagai spesialis penangkap kepiting.
Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Senin (14/12/2015) menyebabkan nelayan Bulu batal melaut.
Hujan deras yang mengguyur Kota Tuban, membuat sebagian nelayan Karang Sari untuk senantiasa waspada terhadap hujan susulan yang akan datang pada malam hari, diketahui hujan yang turun sejak kemarin Sabtu (5/12/2015), mengkibatkan sejumlah daerah banjir.
Hujan deras yang terjadi belakangan hari ini tak hanya mengguyur Kota Tuban dan kecamatan terdekat di sekitarnya. Namun hujan deras juga mengguyur Bumi Wali bagian barat, tepatnya di Kampung Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.
Cuaca terlihat cerah dan bersahabat. Pendar mentari pagi berkilatan diantara riak kecil ombak di pantai utara.
Proyek seluas kurang lebih 2 Hektar (Ha) dengan dana sebesar Rp80 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jatim, tidak maksimal penggunaannya. Banyak hal yang membuat nelayan enggan mengikuti lelang atau menyetor hasil tangkapan ke tempat tersebut. Diantaranya pembayaran tengkulak yang mengikuti lelang tidak jelas, sehingga nelayan terkadang merugi.