Mudik Lebaran 2016
Arus Mudik di Pantura Tuban Mulai Meningkat
Volume kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat yang melintas di Jalur Pantura, Kabupaten Tuban, mulai meningkat sejak Sabtu (2/7/2016) hari ini.
Volume kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat yang melintas di Jalur Pantura, Kabupaten Tuban, mulai meningkat sejak Sabtu (2/7/2016) hari ini.
Sniper, atau penembak jitu Polda Jatim mulai bersiaga di Jalur Pantura untuk mengamankan pemudik yang melintas di Kabupaten Tuban.
Mulai hari ini, Jumat (01/7/2016), kendaraan besar dan angkutan berat dilarang melintas di Jalur Pantura, Kabupaten Tuban. Karena, mulai H-5 sampai H+3 lebaran nanti, jalur Pantura hanya diperuntukkan untuk kepentingan arus mudik dan arus balik.
Truck besar pengangkut barang dilarang masuk ke wilayah Pantura, Kabupaten Tuban. Aturan tersebut akan dijalankan mulai lima hari menjelang lebaran (H-5).
Meski puncak arus mudik diprediksi H+1 lebaran akan terjadi, namun meningkatnya volume kendaraan tersebut tidak pengaruhi kemacetan lalu lintas (lalin). Sebab kendaraan yang melalui jalur lalin di Kabupaten Tuban tidak begitu padat.
Dua nyawa melayang pagi ini, setelah menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Pantura, tepatnya di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Baturetno, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Rabu (22/6/2016).
Kenaikan tinggi muka air laut, atau banjir rob menerjang sejumlah lokasi di wilayah pantai utara jawa. Terjangan air laut tersebut telah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Sebabnya, adalah pengaruh astronomi dimana bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus. Kejadian ini diprediksikan terjadi sampai dua hari kedepan.
Jalan Hos Cokroaminoto, Kabupaten Tuban, nyaris tanpa kendaraan. Beberapa truck kecil dan kendaraan pribadi tampak melintas, itupun hanya sesekali. Pemandangan seperti ini tidak hanya terlihat di Jalan Hos Cokroaminoto, tetapi sepanjang Jalur Pantura dari Kecamatan Bancar, yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sampai di Kecamatan Widang, yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Angka kecelekaan di Kabupaten Tuban memang terbilang cukup tinggi, sebab di kabupaten yang terletak di pesisir utara pulau Jawa ini selain memiliki jalur kabupaten dan jalur provinsi, ternyata juga menjadi akses jalur nasional. Tak heran setiap harinya volume kendaraan terus meningkat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Baik Bus, Truk, Mobil Pribadi dan juga kendaraan roda dua selalu menjadi pengguna setia jalur pantura Tuban.
Kecelakaan beruntun terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Hos Cokroaminoto, Kabupaten Tuban, siang ini, Kamis (24/3/2016).