Tak Hanya Hijau-Merah, Warga Bantaran Selalu Siaga Banjir
Tinggal di dekat area bantaran sungai, seperti halnya Sungai Bengawan Solo membuat warga harus selalu siap siaga dalam kondisi apapun, Selasa (9/1/2018).
Tinggal di dekat area bantaran sungai, seperti halnya Sungai Bengawan Solo membuat warga harus selalu siap siaga dalam kondisi apapun, Selasa (9/1/2018).
Hujan deras pada akhir tahun 2017 ini selalu menimbulkan keresahan bagi warga yang bermukim dekat aliran sungai Bengawan Solo.
Hujan yang terjadi di wilayah hulu, menjadikan Tinggi Muka Air (TMA) sungai Bengawan Solo di Bojonegoro hampir memasuki siaga hijau. Yaitu ketinggian muka air mencapai 12.89 pheilschaal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban memantau ketinggian air di sungai Kali Kening dan Bengawan Solo. Dua sungai besar tersebut memang sering meluap ketika musim penghujan, dan membanjiri desa-desa di sekitarnya.
Musim penghujan yang dimulai pada bulan November ini diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Maret tahun depan. Warga yang berada di pinggiran Sungai Bengawan Solo perlu mewaspadai dampak terjadinya banjir.
Tingginya curah hujan yang turun di hampir semua daerah Kabupaten Tuban dan sekitarnya, mengakibatkan sejumlah sawah dan ladang pertanian di Kecamatan Rengel terendam Banjir, Sabtu (18/11/2017).
Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir di Kabupaten Tuban belum berdampak pada debit air di bengawan solo. Sampai pagi ini, Sabtu (18/11/2017), tinggi air terpantau masih normal.
<span style="color: #222222; font-family: arial,sans-serif; font-size: 12.8px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff; display: inline !important; float: none;">Naiknya tinggi muka air di Bengawan Solo menjadi saat-saat yang dinantikan sebagian masyarakat. Di saat yang bersamaan, mereka bisa menangkap ikan "mabuk" tanpa susah payah.</span>
Melubernya air sungai Bengawan Solo saat hujan deras kerap membuat masyarakat susah. Sebab, air dari sungai tersebut menggenangi pemukiman warga di sekitar sungai.
Tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban melakukan pencarian malam hari korban tenggelam di area Bengawan Solo Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.