UAI Tuban Hadirkan Guru Besar UIN Walisongo Semarang untuk Desain Paradigma Keilmuan Perguruan Tinggi 

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Bertempat di Aula Gedung A Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban, telah diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Paradigma Keilmuan Perguruan Tinggi, yang dikuti kurang lebih 40 dosen UAI Tuban dan sebagian Dosen Pascasarjana Universitas Islam (UIN) Walisongo Semarang, Selasa (18//02/2025).

FGD yang mengambil tema: Paradigma Keilmuan Perguruan Tinggi Islam Swasta: Blueprint Asas Keilmuan Universitas Al-Hikmah Indonesia ini, menghadirkan narasumber Prof. Muhyar Fanani, Guru Besar UIN Walisongo Semarang, KH. M. Husnan Dimyati, selaku Pengasuh Pesantren Al-Hikmah Singgahan Tuban sekaligus Ketua Yayasan Al-Hikmah Tuban, Dr. Laily Hidayati. Psikolog, selaku Rektor UAI Tuban dan moderator Dr Muhammad Aziz.

Dalam sambutan awalnya, Rektor UAI Tuban, memohon kepada Prof. Muhyar, selaku pemantik FGD, agar memberikan gambaran yang menarik akan pentingnya paradigma keilmuan di perguruan tinggi, karena perguruan tinggi yang dibangun tanpa paradigma keilmuan, diibaratkan sebagai perguruan tinggi yang tanpa ideology, artinya tanpa ruh dan spirit keilmuan yang kuat. 

FGD yang dilaksanakan mulai pukul 13.30-16.30 WIB ini berlangsung sangat gayeng dan menyenangkan. Hal itu dibuktikan, selain karena dilaksanakan dengan duduk langsung dikarpet lantai sebagaiman local wisdom pesantren, kegiatan yang dipandu oleh Wakil Rektor UAI Tuban bidang Akademik dan Kerjasama ini, juga mengupas aspek trilogi Pondok Pesantren Al-Hikmah Singgahan Tuban, yang selama ini sudah dimasukkan sebagai inspirasi, cara pandang, dan basis ideologi perguruan tinggi yang baru saja berubah bentuk Universitas Al-Hikmah Indonesia.

Trilogi sendiri merupakan gagasan dari KH. M. Husnan Dimyati, yang dibuat sebagai landasan pendirian Pesantren Al-Hikmah Tuban, yang berupa; beriman dan bertaqwa, berilmu dan beramal, serta berjuang dan bernegara.  

Sementara itu, dalam menafsirkan dan memaknai konsep trilogi Pesantren Al-Hikmah Tuban ini, Prof. Muhyar mengatakan, bahwa Trilogi Pesantren Al-Hikmah dapat dijadikan dasar untuk membangun paradigma keilmuan universitas, dengan menjelaskan logos yang digunakan dalam trilogi ini, yaitu: logos 1: Iman dan Taqwa, logos 2: Ilmu dan Amal dan logos 3: Kejuangan dan Negara. Dalam penjelasannya.

Guru Besar yang asli kelahiran Ngawi Jawa Timur ini menyatakan, bahwa logos adalah sesuatu yang dianggap benar karena sudah dibuktikan benar. Logos berbeda secara diametral dengan mitos. Mitos adalah sesuatu yang diyakini benar padahal belum bisa dibuktikan benar.

Pada season akhir FGD ini, disepakati juga kerjsama antara Universitas Al-Hikmah Indonesia dengan Program Pascasarjana UIN Walisongo Semarang dalam bidang pengembangan Sumber Daya Masyarakat. Bentuk kongkret kerjasama ini, yakni diberikannya subsidi 50% bagi Dosen Universitas Al-Hikmah Indonesia yang mendaftarkan perkuliahaan Program Doktoral (S3) di Program Pascasarjana UIN Walisongo Semarang.[Rul/Rof]